Konstruksi Jembatan

Jumat, 15 April 2011

Jembatan adalah suatu struktur bangunan yang berfungsi untuk menghubungkan dua bagian jalan yang terputus oleh adanya rintangan-rintangan seperti lembah yang dalam, alur sungai, saluran irigasi dan pembuangan, jalan kereta api, waduk, dan lain-lain. Desain dari jembatan bervariasi tergantung pada fungsi dari jembatan atau kondisi bentuk permukaan bumi dimana jembatan tersebut dibangun.
Jaman dahulu, jembatan pertama kali dibuat dengan menggunakan gelondongan kayu dengan pondasi yang sederhana untuk menyeberangi sungai. Pada abad ke 18, muncullah inovasi desain akan jembatan-jembatan kayu dan seiring dengan revolusi industri pada abad ke 19, sistem rangka batang mulai diterapkan untuk membangun jembatan. Selain itu, jaman dahulu jembatan juga dibangun menggunakan dua utas tali atau rotan yang diikat pada bebatuan di tepi sungai.

Saat ini jembatan kayu masih sering kita temukan didaerah pedesaan sebagai jalur penghubung antara suatu daerah ke daerah lainnya yang dipisahkan oleh sungai. Alasan kenapa jembatan kayu saat ini masih banyak digunakan pada daerah pedesaan adalah karena bahannya mudah didapatkan dan selain itu juga lebih mudah dikerjakan dan lebih ekonomis bila dibandingkan menggunakan jembatan jenis lain.

Kemudian seiring perkembangan jaman, batu pun digunakan untuk membangun jembatan tetapi cuma sebagai rangka. Macam dan bentuk serta bahan yang digunakan mengalami perubahan sesuai dengan kemajuan jaman dan teknologi, mulai dari yang sederhana sekali sampai pada konstruksi yang canggih. Saat ini, sudah bermacam-macam bahan yang digunakan untuk membangun sebuah jembatan seperti beton, baja, kabel yang diregangkan lurus, dan lain-lain.

Berikut ini merupakan beberapa jenis jembatan :
Dari segi letaknya :
  1. Jembatan diatas sungai
  2. Jembatan diatas saluran sungai irigasi/ drainase
  3. Jembatan diatas lembah
  4. Jembatan diatas jalan yang ada / viaduct
Dari segi struktur:
  1. Jembatan batang kayu (Log bridge)
  2. Jembatan alang (Beam bridge)
  3. Jembatan kerangka (Truss bridge)
  4. Jembatan gerbang tertekan (Compression arch bridge)
  5. Jembatan gantung (Suspension bridge)
  6. Jembatan kabel-penahan (Cable-stayed R bridge)
  7. Jembatan penyangga (Cantilever bridge)
  8. Jembatan bisa pindah
Sumber: Dari berbagai sumber

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
 
 
 
Copyright © Baca Kata