Tips Adenium : Memacu pembungaan Adenium

Rabu, 27 April 2011

Bagaimana dengan tanaman Adenium anda? apakah rajin berbunga? kalaupun berbunga apakah cuma satu dua kuntum saja? Nah, alangkah indahnya jika tanaman adenium anda dapat serentak berbunga. Handry Chuhairy pemilik Han Garden di Flora Alam Sutra memiliki tips berikut:
  • Kurangi penyiraman tanaman menjadi 3-5 hari sekali.
  • Lakukan pula pemangkasan ujung ranting.
  • Segera setelah calon tunas bermunculan, berikan pupuk cair (kandungan P & K tinggi) sesuai dosis dengan cara menyiram media tanamnya 3-5 hari sekali.
  • Kalau calon tunas bunga sudah bermunculan, kembalikan pola penyiraman seperti biasa dan berikan pupuk 1 minggu sekali. Hingga tanaman berbunga serentak.
  • Ingat jangan lakukan cara ini pada tanaman kecil dibawah 8 bulan dan berikan waktu istirahat yang cukup pada tanaman setelah berbunga serentak kurang lebih 3 bulan.
Semoga berhasil!

Tips Perbanyak Aglaonema

Addthis
Ada banyak teknik bagaimana caranya memperbanyak dan menghasilkan Aglaonema unggulan.  Berikut ini adalah teknik yang digunakan Handry Chuhairy pemilik Han Garden di Flora Alam Sutra Tangerang dalam memperbanyak aglaonema dalam waktu singkat yaitu dengan cara cangkok dengan menggunakan pot plastik bibit anggrek / gelas eks air minum dalam kemasan seperti Aqua/2 Tang dll.  Inilah tahapan-tahapan pencangkokannya:
  1. tanaman yang akan dicangkok harus sehat, bebas hama dan penyakit. Batang aglaonema sudah tinggi dari permukaan media. (Tinggi batang aglaonema tersebut yang menentukan banyaknya jumlah cangkokan).
  2. Siapkan pot plastik bibit anggrek / gelas eks air minum dalam kemasan. Untuk pot plastik bibit anggrek potong vertikal dengan memakai cutter sedangkan gelas eks air minum dalam kemasan harus dibuat lubang bagian bawahnya dan kemudian potong vertikal dengan memakai cutter, untuk bagian atasnya dipotong dengan gunting.
  3. Batang aglaonema yang akan dicangkok, apabila masih ada daunnya maka daun tersebut dibuang kemudian kuret batang tersebut sekitar 1 cm dan diolesi dengan hormon perangsang akar. Pot plastik yang dipotong vertikal disatukan dengan memakai stapler.
  4. Isi pot plastik tersebut dengan media sekam bakar yang telah disiram. Perawatan tanaman yang telah dicangkok sama saja sebelum dicangkok. Penyiraman dilakukan 2-3 hari sekali dan 2 kali seminggu disiram dengan vitamin B1.
  5. 2 bulan kemudian akar akan tumbuh dan terlihat dari balik pot plastik. Saat itulah cangkokan dapat dipisahkan dari induk. (Apabila dalam 1 batang aglaonema terdapat 2/3 cangkokan, pastikan cangkokan teratas harus sudah ditumbuhi akar sehingga dapat langsung dipisahkan masing-masing, jika belum maka mulai dari bagian bawah secara bertahap).
  6. Pisahkan setiap cangkokan yang telah tumbuh akar dengan pisau tajam dan steril memotong batang persis dibagian bawah pot plastik tersebut. Kemudian sebelum ditanam, batang yang dipotong pada bagian bawah diolesi fungisida (dithane 45). Tanaman cangkokan tersebut dengan media tanam terdiri dari sekam bakar, pasir malang, kapur dolomite secukupnya dengan perbandingan 3 : 1. Siram tanaman cangkokan dengan vitamin B1.
  7. Selanjutnya cangkokan tersebut perawatannya seperti tanaman yang lainnya.
  8. Bonggol induk pada bagian atas diolesi salep hormon tumbuh sitokinin dan auksin yang sudah umum dipakai pada anggrek “KEIKI”. (Sitokinin berfungsi merangsang pembelahan sel didaerah tunas samping (lateral) sedangkan auksin berperan dalam pembelahan sel ujung tunas (apical bulb). Pada umumnya 1-2 bulan muncul 3-4 anakan. Anakan baru dipisahkan biasanya setelah berdaun 4-5 lembar daun.
http://klikhangarden.com/2009/06/11/tips-perbanyak-aglaonema/

Musuh Kaktus dan Penanganannya

Kaktus Meski sosoknya “seram” karena dipenuhi duri, ternyata kaktus tetap memiliki “musuh”, yakni hama dan penyakit. Keberadaan musuh-musuh ini jelas harus diperangi agar pertumbuhan kaktus tetap optimal. Budi daya kaktus sebenarnya tidaklah serumit yang dibayangkan banyak orang. Sebab, kaktus sebenarnya tergolong tanaman yang “bandel”. Dalam artian, kaktus tidak butuh perlakuan khusus agar bisa tumbuh dengan baik. Meski demikian, dalam budi daya kaktus ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Hal-hal tersebut adalah persiapan dan pemilihan pot, persiapan dan pemilihan media tanam, cara penanaman, penyiraman, pemupukan, repotting, serta pengendalian hama dan penyakit.
Untuk yang disebut paling akhir ini, ada baiknya jika mencari informasi sebanyak-banyaknya (khususnya yang masih pemula) guna menghindari terjadinya salah penanganan terhadap sang “musuh” yang menyerang kaktus kesayangan. Tulisan berikut ini akan memberikan info, “musuh-musuh” apa saja yang sering menyerang tanaman kaktus, berikut cara penanganannya.
Secara umum, musuh kaktus bisa dibagi menjadi dua golongan besar, yaitu hama dan penyakit. Yang disebut hama adalah gangguan terhadap tanaman kaktus yang ditimbulkan oleh hewan. Adapun penyakit adalah gangguan terhadap kaktus yang timbul karena penyebab selain hewan (misalnya jamur, bakteri, dan virus).

1. Hama
Tungau

Gejala: Seluruh permukaan tanaman kaktus berubah menjadi coklat akibat matinya jaringan klorofil.
Pengendalian: Tungau dapat dikendalikan secara mekanik atau kimia. Secara mekanik, gosok batang kaktus memakai cotton bud atau sikat gigi yang sudah dicelup larutan sabun (terdiri dari 1 sendok makan detergen atau sabun colek yang dilarutkan dengan 5 liter air). Adapun secara kimia, tungau dikendalikan dengan menyemprot Omite 570 EC dengan dosis 1-2 gram/liter air. Jika serangan sudah terlalu parah, sebaiknya bagian kaktus yang terinfeksi dibuang.

Kutu Putih (mealy bug)
Gejala: Kaktus terlihat kotor karena terselubung semacam selaput seperti kapas kehitaman.
Pengendalian: Sikatlah bagian yang terserang dengan sikat gigi atau kuas. Jika ingin menanganinya secara kimia, semprotkan Basudin dengan dosis 2 ml/liter air, tiap 10 hari sekali sampai serangan kutu hilang.
Kutu Batok
Gejala: Kutu batok ini menyerang kaktus dengan cara mengisap cairan dalam tanaman sehingga kaktus berubah menjadi kekuningan (seperti daun yang layu) dan akhirnya mati.
Pengendalian: Jika serangan sudah parah, sebaiknya kaktus dibuang saja sebelum menular ke kaktus lain. Namun, jika serangan masih dini, rendam kaktus dalam larutan sabun (1 sendok makan detergen atau sabun colek dalam 5 liter air) selama 15 menit.

Kutu Sisik
Gejala: Permukaan batang kaktus terlihat kotor atau kusam, dan lama-lama pertumbuhannya makin merana. Kutu sisik juga dapat mengundang kedatangan semut sehingga kaktus dikerubungi semut.
Pengendalian: Secara mekanik, kutu sisik dapat dikendalikan dengan cara membersihkan permukaan kulit batang kaktus menggunakan sikat halus atau kuas. Pengendalian secara kimia, semprotkan Decis 2,5 EC dengan dosis sesuai yang tertera pada kemasan.
Kutu Wol
Gejala: Bagian yang terserang menjadi lemah karena cairan tanaman diserap oleh sang kutu. Lama kelamaan, ruas-ruas batang menjadi layu dan berguguran.
Pengendalian: Sama seperti pengendalian kutu sisik.
Cacing
Gejala: Bagian yang diserang oleh cacing adalah akar kaktus. Akibatnya, akar menjadi rusak dan tak dapat berfungsi. Akhirnya, tanaman akan mati.
Pengendalian: Sebelum menanam, sebaiknya bagian akar kaktus disterilkan lebih dulu dengan alkohol 70 persen. Atau bisa juga dengan mencampurkan Furadan dalam media tanam.
Bekicot atau Keong
Gejala: Tunas-tunas kaktus menjadi rusak dan bentuknya tak beraturan. Kadang-kadang pada serangan yang lanjut, kaktus bisa membusuk.
Pengendalian: Tangkap bekicot/keong lalu dibuang atau dibakar. Kemudian lakukan pembersihan terhadap lingkungan sekitar kaktus.
Semut
Gejala: Akar dan tunas muda rusak karena biasanya semut hidup di dalam tanah atau di bawah perakaran kaktus.
Pengendalian: Singkirkan dulu semutnya dengan menjemur kaktus di bawah terik matahari. Kemudian, lakukan pembersihan terhadap lingkungan sekitar kaktus.
Kecoa tanah
Gejala: Terjadi kerusakan pada bagian akar kaktus sehingga akibat yang terlihat pertumbuhan kaktus terhambat bahkan sampai mati. Kecoa biasanya “terselip” pada pupuk kandang.
Pengendalian: Ganti media tanam kaktus dengan bahan yang sudah disterilkan lebih dahulu.
Tikus rumah
Gejala: Hama yang satu ini gemar melahap buah kaktus yang masak atau menggerogoti batang kaktus (pada golongan yang tidak berduri seperti Gymnocalycium).
Pengendalian: Memasang perangkap tikus di sekitar lokasi kaktus dan membersihkan lingkungan di sekitar kaktus dari sampah-sampah tempat tikus bersarang.

2. Penyakit
Busuk Pangkal Batang
Gejala: Busuk pangkal batang disebabkan oleh jamur. Batang terinfeksi menjadi busuk dan berwarna coklat tua. Di sekitarnya muncul bulu-bulu berwarna putih yang merupakan miselium jamur.
Pengendalian: Pilihlah bibit yang benar-benar sehat dan berkondisi prima. Jika menyiram, usahakan air jatuh langsung pada media tanam dan tidak terkena kaktusnya. Tanaman yang sudah parah, sebaiknya dibuang saja. Jika masih dini, semprot dengan Benlate T20 KIP dengan dosis 1 -2 gr/ liter air.

Busuk Bakteri
Gejala: Tanaman yang terinfeksi bakteri Pseudomonas Sp. menjadi layu, kusam, dan mengandung lendir berwarna putih kotor. Tanaman kemudian membusuk perlahan-lahan dan akhirnya mati.
Pengendalian: Buang bagian tanaman yang terinfeksi dan jauhkan dari tanaman kaktus lain yang sehat. Untuk mencegah serangan penyakit ini, media tanam yang digunakan sebaiknya disterilkan lebih dulu.

Penyakit Tepung
Gejala: Penyakit ini disebabkan oleh jamur. Kaktus yang terserang, permukaan batangnya akan ditutupi lapisan putih kelabu yang jika disentuh akan terasa bertepung. Jika serangannya cukup berat, pada batang akan muncul bercak-bercak kecoklatan.
Pengendalian: Taburkan tepung belerang secukupnya pada permukaan batang kaktus yang sakit.

Layu Fusarium
Gejala: Batang yang terserang penyakit ini akan berwarna suram dan menjadi layu. Pada serangan yang berat, batang akan membusuk dan berwarna kecoklatan. Jika batang diiris, akan terlihat bentuk seperti cincin berwarna coklat tepat di bawah kulit batang.
Pengendalian: Semprotkan Benlate T20 KIP dengan dosis 1 -2 gr/ liter air. Tanaman yang sakit sebaiknya dijauhkan dari tanaman yang sehat.

Kapang Jelaga
Gejala: Kaktus yang terserang penyakit ini batangnya akan tertutup lapisan berwarna hitam dan jika disentuh terasa bertepung. Pada serangan lanjut, batang kaktus akan ditumbuhi jamur berwarna kecoklatan.
Pengendalian: Taburkan tepung belerang secukupnya pada permukaan batang kaktus yang sakit. (Indri Lidya K)
http://properti.kompas.com/read/xml/2009/06/24/16373884/musuh.kaktus.dan.penanganannya.1
http://properti.kompas.com/read/xml/2009/06/24/16373884/musuh.kaktus.dan.penanganannya.2

Kaktus Tumbuh Prima dan Cepat

Malang benar Heidi, gadis yang biasa hidup di pegunungan bersalju itu di Frankfurt yang lebih panas dipaksa mengenakan berlapis-lapis gaun. Pantas keringatnya segera berleleran di sekujur tubuh. Tiba di kediaman calon majikan Heidipun mengalamai dehidrasi. Bak Heidi dalam dongeng anak terkenal di Swiss, kaktus juga kerap mendapat perlakuan salah. Hobiis senang meletakkan anggota famili Cactaceae di teras atau di dalam ruangan selama berbulan-bulan tanpa pernah dikeluarkan. lMusababnya, 'Banyak orang menganggap kaktus butuh kondisi teduh karena banyak dibudidayakan di dataran tinggi,' ujar Pramana Abdul Gani, pemilik nurseri di Depok, Jawa Barat.

Bagi mereka dataran tinggi identik dengan suasana teduh. Makanya kaktus diletakkan di tempat ternaungi. Padahal seperti julukannya, tanaman gurun, kaktus justru butuh diperlakukan seperti kondisi di tempat asli. Di gurun, tanaman dibanjiri sinar matahari sepanjang hari. Alhasil, karena salah perlakuan banyak hobiis berkeluh-kesah. Merawat kaktus itu sulit. Baru beberapa hari dibeli dari pameran atau nurseri, tahu-tahu membusuk dan mati.
Media Penting
'Kaktus diproduksi di dataran tinggi karena pertumbuhan di sana lebih cepat ketimbang di dataran rendah,' kata Pramana. Di dataran tinggi perbedaan suhu siang dan malam yang ekstrim - dibutuhkan kaktus supaya tumbuh pesat - mudah dimodifikasi. Para pekebun menanam kaktus di dalam rumah plastik. Dengan cara itu suhu siang hari bisa mencapai di atas 35oC, karena panas matahari terperangkap di dalam rumah plastik. Malam hari, suhu sangat dingin di bawah 22oC. Mirip kondisi gurun.

Menurut Dr Susiani Purbaningsih DEA dari Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia, perbedaan suhu siang dan malam yang lebar memicu pembungaan kaktus. Produksi biji untuk perbanyakan pun melimpah. Beda suhu itu juga merangsang kaktus memproduksi banyak anakan.

Ketika kaktus hasil budidaya di dataran tinggi itu dibawa ke dataran rendah, seperti Jakarta, tentu perlu ada penyesuaian. Salah satunya media. Tak ada komposisi standar media kaktus. 'Yang penting kering dan porous,' ujar Pramana. Media tanam yang dipakai pekebun di dataran tinggi belum tentu cocok untuk dataran rendah.

Di Depok, Pramana menggunakan campuran pasir malang, sekam bakar, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1/2. Untuk meningkatkan pH dan porositas ia menambahkan zeolit 5 - 10% dari volume media. Sementara Linda, hobiis di Surabaya, Jawa Timur, memilih media sekam bakar, pasir malang, pupuk kandang, dan kompos. Komposisinya 1:5:2,5:1. Linda juga menambahkan 1 bagian pasir halus di permukaan media.
Tunggu 3 hari
Bila media sudah tepat, faktor berikutnya cahaya. Di alam, kaktus tumbuh tersiram sinar matahari langsung. Artinya cahaya penuh mutlak dibutuhkan kaktus untuk tumbuh. Itu berlaku di dataran rendah maupun tinggi. Bila kaktus dipajang di dalam ruangan, jemurlah seminggu sekali. Berbarengan dengan itu siram media hingga basah. Biarkan kaktus bermandi matahari selama 3 - 4 hari atau tergantung keringnya media. Setelah itu barulah kaktus dipakai menghias ruangan lagi.

Menurut Pami Hernadi, pekebun sukulen dan kaktus selama 32 tahun, di dataran rendah yang panas, frekuensi penyiraman 3 hari sekali. Di dataran tinggi cukup seminggu sekali. Sebagai patokan lihat media. Jika hari ini kering, maka 3 hari kemudian baru disiram. Untuk kaktus yang ditanam dalam pot besar - diameter di atas 12 cm - harus lebih hati-hati. Meski permukaan media kering, kadang-kadang di bagian bawah masih basah. Penyiraman cukup 2 - 3 minggu sekali.

Agar penampilan prima, sebaiknya kaktus diletakkan di bawah plastik UV. Tujuannya menghindari air berlebih dari hujan. Kadar air tinggi mengakibatkan kelembapan di sekitar kaktus tinggi. Akibatnya kaktus mudah busuk. Bila telanjur busuk, bersihkan dan cuci semua bagian yang rusak, lalu olesi fungisida dan keringkan selama 1 - 2 minggu. Barulah kaktus ditanam kembali.

Menurut Pramana, kaktus tanaman yang irit hara. Pertumbuhan dan perkembangannya cukup dipasok dari pupuk kandang atau kompos yang dicampur pada media tanam. Pemberiannya 6 - 12 bulan sekali sembari mengganti media. Pemberian pupuk sintetis kimia memang memacu tanaman cepat tumbuh, tapi akibatnya kulit pecah-pecah. Itu karena elastisitas kulit tak mampu menahan laju pertumbuhan sel jaringan batang yang terlalu cepat.

Kalaupun mau, cukup berikan pupuk lambat urai seperti Osmocote, Multicode, atau Decastar sebagai tambahan nutrisi. Dengan begitu kaktus tumbuh subur dan kematian akibat salah perawatan pun dapat dihindari. (Rosy Nur Apriyanti/Peliput: Nesia Artdiyasa, dan Tri Susanti)
http://www.trubus-online.co.id/members/ma/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=1&artid=1896

Cara Membuat Media Fermentasi Aglaonema

Hanya sekedar sharing… aglo yang bagus bisa didapatkan apabila aglo cukup mendapatkan air. Sementara pemakaian air berlebih sering menyebabkan bakteri (pathogen) cepat berkembang biak sehingga bukan aglo sehat yang didapat tapi sebaliknya, aglonya ‘is dead’. Untuk bisa ‘bermain basah’ maka sebaiknya sih media difermentasi.
Sepengalaman saya, fermentasi media langsung dalam pot akan menyebabkan akar/bonggol bonyok karena proses fermentasi menghasilkan panas dan salah satu tujuan dari melakukan fermentasi adalah agar media tidak panas akibat proses ‘decaying’ (kalau medianya tidak difermentasi) di dalam pot sehingga akar/bonggol tidak bonyok.
Cara membuat media fermentasi (seperti pernah diulas oleh para ‘experiencers’) ada 2 cara, metode basah dan metode kering.
Metode basah bisa dilakukan dengan cara sbb:
- Siapkan media siap pakai (yang belum dicampur, tapi sudah dicuci / disaring kalau dirasa perlu)
- Rendam media didalam larutan EM4 ½ botol + gula pasir ½ kg + air kira-kira 25 liter (semakin banyak EM4 dan gula semakin cepat fermentasinya). Perendaman dilakukan kira-kira 3 minggu sampai media kelihatan menghitam dan terendam semua didalam air, tidak lagi timbul gas (awal fermentasi biasanya media mengapung karena dorongan gas akibat proses fermentasi).
- Setiap hari media diaduk agar bagian yang mengapung kembali terendam.
- Setelah 2 mingguan biasanya media sudah terendam semua, tidak ada lagi yang mengapung, lalu dibiarkan sampai 1 mingguan lagi.
- Setelah itu lalu tiriskan dan dibiarkan ditempat teduh sampai 1 mingguan sehingga media menjadi dingin, tidak lagi timbul panas, agak lembab dan buyar / tidak lengket,
- Media siap pakai
Metode kering bisa dilakukan dengan cara sbb:
- Campur media seperti yang dikehendaki atau bahasa lainnya campuran sudah siap pakai, kalau ada yang perlu dicuci ya dicuci, kalau perlu digodok ya digodok sebelumnya (disarankan media digodok terlebih dahulu) ditaruh di ember yang bawahnya sudah berlubang atau bisa juga dipakai pot besar atau karung.
- Siram dengan campuran larutan fungisida + bakterisida, lalu biarkan selama kurang lebih 2-3 hari, sampai media kembali menjadi agak kering/lembab
- Lalu siram dengan campuran larutan EM4 ½ botol + gula pasir ½ kg + air kira-kira 25 liter (semakin banyak EM4 dan gula semakin cepat fermentasinya), sampai semua media basah dan lalu tiriskan.
- Pot tempat memfermentasi media ditutup rapat (tapi jangan sampai rapat banget karena saat timbul gas bisa meleduk. Kalau pakai karung, ikat karungnya lalu masukkan kedalam ember besar dan ditaruh ditempat teduh.
- Biarkan sampai sebulanan atau lebih lama lebih bagus.
- Seminggu sekali media dibuka dan tambahkan larutan tadi untuk membasahi bagian yang kering atau kalau pakai karung, karungnya dibalik, yang atas menghadapp kebawah.
- Tandanya media sudah matang, kalau dipegang terasa dingin, tidak hangat atau panas
- Begitu media matang, angina-anginkan media untuk menghilangkan gas-gas yang timbul akibat fermentasi selama 3 harian atau lebih sampai media agak lembab dan buyar
- Media siap pakai.
Media yang difermentasi, awalnya akan mengeluarkan bau busuk seperti bau got, lalu berubah menjadi seperti bau-bau tape dan kalau sudah siap pakai akan berbau seperti humus hutan…
Tips:
- Penggunaan media apapun tetap diperhatikan sifat fisik medianya. Sifat fisik yang dimaksudkan disini adalah tidak lama basah, tdaik lama memegang air dan cepat menjadi lembab/kering. Salah satu bahan campuran yang bisa memberikan sifat ini adalah cocopeat, cocochip. Cuman pemakaian bahan ini harus dicuci, dikukus terlebih dahulu untuk mengurangi / menghilangkan kandungan (kalau nggak salah) tanin-nya yang konon bisa menghambat pertumbuhan akar.
- Jangan memakai pupuk atau zat kimia apapun untuk aglo anakan, kecuali sedikit fungisida+bakterisida.
Saat menanam juga media tidak langsung disiram, biarkan 1-2 hari agar akar kembali segar baru kemudian disiram dan selanjutnya disiram sesuai kondisi cuaca ditempat bersangkutan. Pastikan sebelum menanam aglo, akar kelihatan putih bersih, tidak ada bintik merah atau kecoklatan, bila perlu bonggol, akar dipotong sampai mendapatkan bagian yang benar-benar putih, mulus, sehat sebab kalau ada bintik merah atau coklat maka “dijamin” nggak sampai sebulan akar aglo akan bonyok. Ingat, MEDIA FERMENTASI TIDAK MENGOBATI AKAR / BONGGOL YANG SAKIT.
Demikian sekedar sharing, repot kan ? Ya jelas repot. Nah untuk itu saya sekarang nggak lagi pakai media fermentasi, namun saya kurangi pemakaian media yang mudah terdegradasi / decaying. Saya sekarang hanya pakai sekam baker dan cocopeat dan cocochip yang sudah disiram air panas serta pasir malang dan sedikit batu zeolith. Caranya, media dicampur (saat masih kering). Setelah mendapatkan komposisi yang diinginkan, saya taruh dibakul lalu saya siram air. Begitu media basah semua lalu saya tiriskan dan selanjutnya disiram lagi pakai larutan fungisida + bakterisida sampai ngocor dibawah bakul, lalu saya tiriskan. Dibiarkan sampai sehari dua hari, begitu media buyar baru dipakai. Saat dipakai media tidak langsung disiram. Baru disiram (hanya spray permukaan medianya saja sampai meresap 2-3cm) sehari atau dua hari berikutnya dengan larutan 10cc Biozon + 1 liter air atau 2cc Extreme Root + 1 liter air. Selanjut dispray 2 hari sekali dengan larutan yang sama. Begitu aglo Nampak menggeliat (kira-kira 2 mingguan) baru saya siram (tetap model spray) sampai ngocor dibawah pot. Sebaiknya tetap siram / spray dengan fungisida + bakterisida tetap dilakukan 3 minggu – 4 minggu sekali.
Nah karena sekarang saya sudah malas dan sangat malas, maka saya nyiram aglo seingatnya saja, kadang seminggu sekali atau paling cepat 4 hari sekali.
Namun demikian, baik pakai media fermentasi atau non fermentasi, tetap saja ada aglo yang bonyok dan ada juga yang sehat. Yang terpenting adalah sinar matahari dan sirkulasi udara bagus. Juga cari anakan yang sehat (bebas penyakit) dan tahan diri serta sabar untuk tidak sering-sering mengguyur dengan air ataupun memupuk. 
http://aglaonemaonline.wordpress.com/2009/12/16/membuat-media-fermentasi-untuk-aglaonema/

6 Tips Rancang Taman Minim Perawatan

Tak punya banyak waktu untuk memelihara taman bukan berarti tak bisa punya lahan hijau. Taman minim perawatan cocok bagi Anda yang sibuk
tanaman hias indonesia

Taman merupakan ruang untuk memberi kesegaran dan tempat bersantai bagi Anda dan keluarga. Jangan sampai kehadiran taman malah membuat Anda merasa terbebani karena gaya taman kurang sesuai atau tanaman ternyata butuh perawatan ekstra atau sulit dipelihara. jika waktu untuk merawat taman sangat sedikit, coba pertimbangkan untuk membuat low maintenance garden. Ini adalah taman dimana Anda hanya perlu meluangkan sedikit waktu dalam merawat taman. Dengan taman yang minim perawatan, Anda juga bisa pergi berlibur dalam waktu seminggu atau lebih tanpa khawatir taman akan rusak. Berikut beberapa tips merancang taman apik minim perawatan.

tanaman hias indonesia1 Gunakan kerikil dan bebatuan
Taman minim perawatan seringkali dikreasi dengan menggunakan aneka kerikil, bebatuan, atau batu koral. Perpaduan batu dan kerikit yang ditata menurut alur tertentu ataupun disusun acak bisa mengurangi intensitas Anda memelihara tanaman. Penataan kerikil dan bebatuan ini bisa dipadukan dengan tatanan steppingstone.
Masalah yang kerap muncul jika kerikil ditata cukup padat yaitu tumbuhnya rumput liar atau gulma. Solusinya, pasang weed block di atas tanah, lalu kerikil ditetakkan di atasnya. Selanjut¬nya antara bagian lahan yang jadi tempat untuk meletakkan kerikil dengan yang diisi tanaman dibatasi plastik tebal.Tujuannya untuk mencegah agar rumput liar tidak tumbuh semakin banyak.

2 Tanaman law maintenance
Prinsipnya, jika tanaman ditanam di wilayah yang cocok untuk tempat tumbuhnya maka perawatan yang dibutuhkan tak terlalu rumit. Karenanya, tanaman yang dipilih perlu disesuaikan dengan kondisi iklim atau cuaca dimana taman Anda berada.Tanaman tahan kering semisal aloevera, adenium, atau sukulen lain termasuk minim perawatan dan cocok berpadu dengan beragam bebatuan atau kerikil. Sebagai border, Anda bisa memilih tanaman semisal iris, atau tehtehan. Untuk penutup tanah bisa digunakan rumput gajah mini yang cocok ditanam di area panas, sementara untuk wilayah yang agak teduh bisa dipilih kucai.

3 Gunakan rumput
Memenuhi taman atau area terbuka dengan rumput juga merupakan pilihan agar taman tak terlalu butuh perawatan intensif. Cukup siram tiap hari agar rumput selalu hijau. Pemupukan juga cukup dilakukan tiga bulan sekali. Guna mengurangi kesan monoton di rerumputan, Anda bisa membuat gravel bed di lahan berumput itu. Caranya, pertama tandai area untuk gravel bed sesuai bentuk yang diinginkan. Misalnya kotak, oval, atau lingkar¬an. Lalu gali tanah sesuai bentuk yang sudah dibuat itu. Letakkan kerikil di dalam gravel bed itu. Bila pertu tambahkan bebatuan atau sedikit tanaman untuk mempercantik.

info tanaman hias4 Bermain desain di lantai
Memberi ruang lebih banyak untuk perkerasan di lantai taman juga bisa mengurangi perawatan taman. Jika taman terletak di luar rumah yang mudah terpapar hujan, sebaiknya buat desain lantai yang masih bisa untuk meresapkan air. Agar perkerasan tetap bisa berfungsi untuk meresapkan air, pilih bahan yang sesuai. Misalnya paving blok. Bermain desain dengan paving bisa dilakukan dengan menata pola paving. Contoh pola paving yang bisa digunakan antara lain herringbone, stretcherbond, atau basket weave. Bermain desain juga bisa dilakukan dengan memilih bentuk dan warna pa-ving yang berbeda. Desain lantai taman juga bisa dipilih dari tatanan kayu atau deck. Jika kayu yang dipilih sesuai dan dilapisi bahan yang bisa membuatnya awet, deck kayu itu bisa tampil menarik dan tahan lama.

5 Beri dekoran di dinding
Memberikan lebih banyak sentuhan hard material memang bisa membuat taman minim perawatan karena mengurangi intensitas pemeliharaan tanaman.Tapi, seringkali minimnya tanaman bisa membuat taman terkesan monoton. Untuk menguranginya, Anda bisa memberikan sentuhan dekoratif pada dinding taman. Misalnya dengan memberi "jendela" pada dinding taman. Jendela itu memungkinkan Anda punya view untuk melihat bagian luar taman. Bisa ping dengan menghadirkan patung atau sculpture di tembok taman sebagai focal point, lalu dibuat dekoran dinding sebagai bingkai focal point itu. Memasang ukiran batu paras di dinding juga bisa mempercantik taman. Anda juga bisa membuat dekoran dinding dengan tatanan batu tempel atau batu garut dengan warna yang berbeda-beda.

tanaman hias indonesitaman minim perawatana6 Susun tanaman dalam pot
Tatanan pot-pot berisi tanaman bisa digunakan untuk menampilkan taman yang minim perawatan. Taman pot yang ditata secara apik pun bisa memberi kesegaran di rumah Anda. Selain ragam tanaman yang digunakan bisa bermacam-macam, Anda juga bisa dengan mudah mengganti penataan agar tak bosan. Beraneka ukuran pot memungkinkan Anda berkreasi dengan peletakan yang sesuai. Misalnya menampilkan pot kecil berisi tanaman di dekat jendela, atau menata di dekat tangga pintu masuk rumah, dan sebagainya. Tapi, Anda perlu memilih tanaman yang cocok ditanam dalam pot. Jika tanaman bisa tumbuh membesar, Anda bisa mengendalikan pertumbuhannya dengan pemangkasan rutin. Pemangkasan tajuk bisa mengendalikan pertumbuhan akar. Selain menggunakan pot-pot, taman minim perawatan juga bisa didesain dengan membuat container dari tatanan bata ekspos atau semen. Bentuknya bermacam-macam, misalnya lingkaran, persegi, segitiga, dan sebagainya. Container berisi tanaman ini bisa dipadukan dengan tatanan hard¬material taman yang sesuai. Dengan menggunakan container Anda bisa berfokus untuk memelihara tanaman dengan lebih mudah.
Garden, Edisi 29 / Agustus 2009

Perawatan Gasteria

Addthis Gasteria batesiana variegataGasteria di pot apik jadi penghias teras.tanaman ini suka teduh tapi butuh banyak angin. Media berporus penting karena tanaman ini tak tahan kondisi terlalu lembap. Perbedaan tempat tumbuh perlu perlakuan yang berbeda. Misalnya jika ditanam di dataran tinggi semisal Cipanas atau Lembang, gasteria cocok ditanam di pot plastik dengan media berupa sekam mentah, tanah mesh, dan pasir malang.Tapi, pengalaman Hengky, pehobi sukulen yang tinggal di Kelapa Gading, Jakarta Utara, menemukan bahwa menanam gasteria dengan cara semacam itu di rumahnya kurang cocok. Menurut Hengky, untuk dataran rendah semisal Jakarta, gasteria lebih baik ditanam di pot keramik dengan media berupa campuran pasir malang dan sekam bakar dengan perbandingan 2 : 1.

Untuk penataan media terdiri dari tiga layer. Bagian paling bawah pot diisi kerikil besar untuk drainase.Tingginya sekitar satu centimeter. Lalu di atasnya ditaburi campuran sekam bakar dan pasir malang, dan tanam gasteria sampai pot penuh. Di bagian paling atas bisa ditambahkan kerikil kecil atau batu koral warna-warni agar gasteria tampil bagus. Jika media ditutup kerikil atau batu koral sebaiknya taburi fungisida terlebih dahulu untuk mencegah munculnya jamur yang menyerang akar.

Hengky juga mempelajari pemupukan yang cocok untuk gasteria. "Pupuk kimia lebih bagus daripada kompos karena kalau pakai kompos cenderung tumbuh jamur." ungkap Hengky. Pupuk jenis slowrelease lebih baik karena tanaman ini meyerap nutrisinya Betas perlahan. Pemupukan sebaiknya dilakukan seminggu sekali. Pemberian pupuk overdoses bisa menyebabkan pertumbuhan jade tidak wajar. Misalnya daun terlalu cepat tumbuh tape tidak diimbangi dengan pertumbuhan bonggol yang lebih besar.

Selain itu, semprot pupuk organik cair seminggu sekali juga bisa merangsang pertumbuhan gasteria dan memacu munculnya anakan.Tapi, Hengky juga mengingatkan kalau tanaman masih kecil sebaiknya tidak diberi pupuk organik cair. Sebab, jika masih terlalu muda diberi pupuk organik cair, apalagi dalam interval yang cukup intens, bisa mengakibatkan gasteria malah mati. "Minimal sudah banyak akar, kira-kira umur di atas 3-4 bulan." ungkap Hengky.
Penyiraman total cukup seminggu sekali atau sepuluh hari sekali pada waktu musim hujan. Sementara jika musim kemarau disiram seluruhnya tiap tiga hari sekali. Untuk penyiraman harian cukup disemprot sedikit air tiap page dan sore. Gasteria butuh kondisi yang kering tape lembap. Karenanya, dalam kondisi suhu kamar perlu banyak proses pengembunan. Paling bagus penyemprotan air itu dilakukan pada malam hari. Sebab, gasteria merupakan tanaman gurun yang punya kebiasaan di habitat aslinya menangkap air embun pada malam hari.
Garden, Agustus 2009

Cara memindahkan Tanaman Palem Phoenix

Anda memiliki tanaman Palem Phoenix berukuran besar dan ingin memindahkannya ke lokasi yang diinginkan? Seberapa luas menggali tanah dan bagaimana caranya agar duri-durinya tidak melukai? Nah, Ibu Karen Sjarief Tambaong, Ketua Umum Asbindo memberikan tip-tipnya.

tanaman palem merupakan tanaman yang relatif lebih mudah dipindahkan dibandingkan tanaman yang lain jika Anda mengetahui caranya. Kunci kesuksesan pemindahan tanaman palem adalah pemotongan / terputusnya akar. Pada bagian pangkal tanaman palem ada bagian dimana akar-akar baru tumbuh disebut daerah inisiasi akar. Untuk memindahkan tanaman palem, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan:

1. Siram dahulu tanaman dengan air yang cukup banyak agar tanah mudah untuk digali.
2. Gali dengan minimal diameter keliling 1 meter dari patang pohon.
3. Pasang tiang untuk menopang tanaman dengan diameter lebih dari 1 meter.
4. Gall lubang hingga membentuk setengah bola disekeliling akar.
5. Bungkus akar dengan karung agar perakarannya tidak rusak.
6. Miringkan tanaman dengan satu persatu melepaskan tiang pancang.
7. Potong daun paling bawah dari tanaman untuk mencegah evaporasi dan bungkus daun yang tersisa agar tidak patch ketika dipindahkan.
8. Bungkus batang tanaman dengan karung agar durinya tidak melukai.
9. Sebelumnya gali lubang dengan diameter minimal 3 meter dan kedalaman lubang sama dengan kedalaman lubang sebelum tanaman dipindahkan.
10. Sebaiknya perlahan-lahan dalam memindahkan tanaman apalagi pada bagian akar karena dapat merusak seluruh sistem perakaran.
11. Ketika menanam pada lubang yang baru, sebaiknya daerah pangkal pohon yang biasanya ditumbuhi akar tertutup seluruhnya oleh tanah.
12. Siram tanaman secara rutin dan berikan hormon untuk pertumbuhan akar.

Garden, Edisi 34, Januari 2010

Tips Mempercantik Kebun

Berkebun merupakan kegiatan yang paling menyenangkan. Namun berkebun cenderung juga merupakan kegiatan yang mahal, karena membuat kita merogoh kocek untuk membeli alat, bibit dan keperluan berkebun yang kadangkala harganya tidak bisa dibilang murah. Berikut adalah 20 tips untuk membuat kebun cantik tanpa memboroskan anggaran :

1. Belilah bibit dalam jumlah kecil. Anda tidak perlu membeli sekantung bibit karena yang Anda perlukan hanya beberapa buah saja

2. Pesanlah melalui mail order. Karena katalognya biasanya menawarkan banyak pilihan. namun ingat jangan memesan terlalu banyak.

3. Gunakan bahan-bahan berkebun lokal. Karena harganya murah.

4. Carilah alternatif tempat pembelian bahan dan bandingkan harganya. Pilihlah yang menjual bahan berkualitas bagus dengan harga murah

5. Pilihlah bahan berkebun yang natural, misalnya pupuk kompos atau pupuk dari tanaman. Karena harganya lebih murah daripada pupuk buatan pabrik.

6. Usahakan mengambil sendiri barang pesanan Anda karena jika memakai jasa pengantaran akan memakan lebih banyak uang.

7. Belilah pupuk dalam jumlah besar, karena akan lebih murah daripada membeli dalam jumlah kecil.

8. Bersahabatlah dengan para pedagang bunga dan bibit, karena mereka mengetahui mana tanaman yang bagus dan kapan kiriman barangnya akan datang

9. Tanamlah tanaman yang kecil atau perkecil ukuran tanaman agar Anda tidak mengalami kerepotan dan juga tidak membutuhkan biaya banyak saat merawatnya

10. Belilah bibit pada musimnya, karena akan lebih murah dibandingkan bila Anda membelinya ketika bunga tersebut sedang tidak musim.

11. Bila perlu tidak usah membeli bibit. Mintalah cangkokan dan stek pada teman, saudara atau tetangga.

12. Buatlah anti hama sendiri. Dari campuran 1-3 sendok amonia dan air Anda dapat mengkontrol kebun anda dari seranga serangga dan hama.

13. Rawatlah kebun Anda sendiri, karena mempercayakan perawatan pada orang lain berarti Anda harus membuat anggaran untuk menggajinya.

14. Pilihlah tanaman yang alami, dapat tumbuh dikebun anda dan tidak membutuhkan perawatan extra

15. Kuasailah beberapa hal tentang cara berkebun yang baik dan benar. Anda bisa mendapatkannya dari bertanya pada teman, tetangga, saudara atau Anda dapat membaca buku tentang berkebun.

16. Jika Anda hidup di daerah yang panas, berilah rerumputan sebagai pupuk untuk tanaman Anda.

17. Belilah alat penyiram yang dapat dikontrol sehingga Anda tidak membuang banyak air. Bukankah ini juga akan menghemat anggaran Anda?

18. Tanamlah tanaman Anda dalam wadah tertentu, lalu pindahkan mereka kekebun saat mereka tumbuh agak besar.

19. Buatlah anggaran belanja.

20. Belilah perlengkapan berkebun yang berkualitas bagus dengan harga murah. (*/irene) kapanlagi.com

Pemanfaatan Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya) sebagai Pestisida Alami yang Ramah Lingkungan

1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belaakang Masalah
Berkembangnya penggunaan pestisida sintesis yang dinilai praktis oleh para petani dan pecinta tanaman untuk mencegah tanamannya dari serangan hama, ternyata membawa dampak negatif yang cukup besar bagi manusia dan lingkungan. Menurut WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) tercatat bahwa di seluruh dunia terjadi keracunan pestisida antara 44.000 - 2.000.000 orang setiap tahunnya. Dampak negatif dari penggunaan pestisida sintetis adalah meningkatnya daya tahan hama terhadap pestisida (resistansi hama itu sendiri), membengkaknya biaya perawatan akibat tingginya harga pestisida dan penggunaan yang kurang tepat dapat mengakibatkan keracunan bagi manusia dan ekosistem di lingkungan menjadi tidak stabil / tidak seimbang.
Cukup tingginya dampak negatif dari penggunaan pestisida sintetis, mendorong berbagai usaha untuk menekuni pemberdayaan / pemanfaatan pestisida alami sebagai alternatif pengganti pestisida sintesis. Salah satu pestisida alami yang dapat digunakan adalah ekstrak daun pepaya. Selain ramah lingkungan, pestisida alami merupakan pestisida yang relatif aman dalam penggunaannya dan ekonomis. Untuk itu, penulis akan membahas mengenai pemanfaatan ekstrak daun pepaya (Carica papaya) sebagai pestisida alami yang ramah lingkungan.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang penulis angkat, yaitu:
1. Apa kandungan kimia dari daun pepaya (Carica papaya)?
2. Bagaimana cara pembuatan pestisida alami dari daun pepaya (Carica papaya)?
3. Apa manfaat ekstrak daun pepaya (Carica papaya) sebagai pestisida alami?
1.3 Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan yang dapat penulis ambil dari rumusan masalah tersebut adalah untuk mengetahui:
1. kandungan kimia dari daun pepaya (Carica papaya).
2. cara pembuatan pestisida alami dari daun pepaya (Carica papaya).
3. manfaat ekstrak daun pepaya (Carica papaya) sebagai pestisida alami
1.4 Manfaat Penulisan
Manfaat penulisan dari artikel ini adalah untuk menambah wawasan penulis khususnya dan masyarakat pada umumnya mengenai pemanfaatan ekstrak daun pepaya (Carica papaya) sebagai pestisida alami yang ramah lingkungan.
2. METODE PENULISAN
Adapun metode penulisan yang digunakan oleh penulis adalah metode studi kepustakaan yang berarti mencari sumber- sumber yang relevan terhadap judul yang penulis angkat melalui buku-buku dan melalui internet.
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Kandungan Kimia Daun Pepaya (Carica papaya)
Daun pepaya (Carica papaya) mengandung berbagai macam zat, antara lain : vitamin A 18250 SI , vitamin B1 0,15 mg, vitamin C 140 mg, kalori 79 kal, protein 8,0 gram, lemak 2 gram, hidrat Arang 11,9 gram, kalsium 353 mg, fosfor 63 mg, besi 0,8 mg, air 75,4 gram , papayotin, kautsyuk, karpain, karposit, Daun pepaya mengandung bahan aktif “Papain”, sehingga efektif untuk mengendalikan “ulat dan hama penghisap”
3.2 Cara Pembuatan Pestisida Alami dari Daun Pepaya (Carica papaya)
( ilustrasi cara pembuatan pestisida alami dari daun pepaya)
Adapun langkah- langkah pembuatan pestisida alami dari daun pepaya, yaitu:
1. Mengumpulkan kurang lebih 1 kg daun pepaya (sekitar 1 tas plastik besar/ 1 ember besar).
2. Menumbuk daun pepaya hingga halus.
3. Hasil tumbukan/rajangan direndam di dalam dalam 10 liter air kemudian ditambahkan 2 sendok makan minyak tanah dan 30 gr detergen. Hasil campuran, didiamkan semalam.
4. Menyaring larutan hasil perendaman dengan kain halus. Dan menyemprotkan larutan hasil saringan ke tanaman.




3.3 Manfaat Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya) sebagai Pestisida Alami
Pestisida alami adalah suatu pestisida yang bahan dasarnya berasal dari alam seperti tumbuhan. Adapun beberapa keunggulan dari pestisida alami, antara lain:
  • Jenis pestisida ini mudah terurai (biodegradable) di alam, sehingga tidak mencemarkan lingkungan (ramah lingkungan).
  • Relatif aman bagi manusia dan ternak karena residunya mudah hilang.
  • Dapat membunuh hama/ penyakit seperti ekstrak dari daun pepaya, tembakau, biji mahoni, dsb.
  • Dapat sebagai pengumpul atau perangkap hama tanaman: tanaman orok-orok, kotoran ayam
  • Bahan yang digunakan pun tidak sulit untuk dijumpai bahkan tersedia bibit secara gratis (ekonomis).
  • Dosis yang digunakan pun tidak terlalu mengikat dan beresiko dibandingkan dengan penggunaan pestisida sintesis. Untuk mengukur tingkat keefektifan dosis yang digunakan, dapat dilakukan eksperimen dan sesuai dengan pengalaman pengguna. Jika satu saat dosis yang digunakan tidak mempunyai pengaruh, dapat ditingkatkan hingga terlihat hasilnya. Karena penggunaan pestisida alami relatif aman dalam dosis tinggi sekali pun, maka sebanyak apapun yang diberikan tanaman sangat jarang ditemukan tanaman mati. Yang ada hanya kesalahan teknis, seperti tanaman yang menyukai media kering, karena terlalu sering disiram dan lembab, malah akan memacu munculnya jamur. Kuncinya adalah aplikasi dengan dosis yang diamati dengan perlakuan sesuai dengan karakteristik dan kondisi ideal tumbuh untuk tanamannya.
Pestisida alami merupakan pemecahan jangka pendek untuk mengatasi masalah hama dengan cepat. Pestisida alami harus menjadi bagian dari sistem pengendalian hama terpadu, dan hanya digunakan bila diperlukan (tidak digunakan jika tidak terdapat hama yang merusak tanaman). Pestisida alami dari ekstrak daun pepaya memiliki beberapa manfaat, antara lain: dapat digunakan untuk mencegah hama seperti aphid, rayap, hama kecil, dan ulat bulu serta berbagai jenis serangga.
4. PENUTUP
4. 1 Simpulan
Adapun kesimpulan yang dapat penulis ambil dari hasil dan pembahasan tersebut, antara lain:
1. Daun pepaya (Carica papaya) mengandung berbagai macam zat, antara lain : vitamin A 18250 SI , vitamin B1 0,15 mg, vitamin C 140 mg, kalori 79 kal, protein 8,0 gram, lemak 2 gram, hidrat Arang 11,9 gram, kalsium 353 mg, fosfor 63 mg, besi 0,8 mg, air 75,4 gram , papayotin, kautsyuk, karpain, karposit, Daun pepaya mengandung bahan aktif “Papain”, sehingga efektif untuk mengendalikan “ulat dan hama penghisap”
2. Adapun langkah- langkah pembuatan pestisida alami dari daun pepaya, yaitu: mengumpulkan kurang lebih 1 kg daun pepaya (sekitar 1 tas plastik besar/ 1 ember besar), menumbuk daun pepaya hingga halus, hasil tumbukan/rajangan direndam di dalam dalam 10 liter air kemudian ditambahkan 2 sendok makan minyak tanah dan 30 gr detergen. Hasil campuran, didiamkan semalam, menyaring larutan hasil perendaman dengan kain halus. Dan menyemprotkan larutan hasil saringan ke tanaman.
3. Pestisida alami merupakan pemecahan jangka pendek untuk mengatasi masalah hama dengan cepat. Pestisida alami harus menjadi bagian dari sistem pengendalian hama terpadu, dan hanya digunakan bila diperlukan (tidak digunakan jika tidak terdapat hama yang merusak tanaman). Pestisida alami dari ekstrak daun pepaya memiliki beberapa manfaat, antara lain: dapat digunakan untuk mencegah hama seperti aphid, rayap, hama kecil, dan ulat bulu serta berbagai jenis serangga.
4.2 Saran- Saran
Adapun saran- saran yang dapat penulis berikan, antara lain:
1. Sebaiknya para petani dan pencinta tanaman menggunakan pestisida alami sebagai pengganti dari pestisida sintesis yang digunakan agar keseimbangan lingkungan tetap terjaga.
2. Jangan menggunakan pestisida alami jika tidak ada tanaman yang diserang oleh hama.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim,.2005. Tanaman Obat Indonesia.: dihttp://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?id=1 yang diakses pada tanggal 29 November 2009.
Anonim. 2000. Pestisida Alami. http://groups.yahoo.com/group/kimia-industri/message/1226 yang diakses pada tanggal 29 November 2009.
Dinas Pertanian Kabupaten Wonosobo. 2006. Pestisida Alami untuk Tanaman. Dinas Pertanian Kabupaten Wonosobo. Wonosobo
Modul No. 9 Pengendalian Hama Terpadu. http://www.idepfoundation.org/download_files/permakultur/MOD9-PHT.pdf yang diakses pada tanggal 29 November 2009.
Sobirin, 2009. Pestisida Alami: Daun Pepaya. http://clearwaste.blogspot.com/2009/02/pestisida-alami-daun-pepaya.html yang diakses pada tanggal 29 November 2009.
Sunoto, Endro. 2008. Pestisida alami/nabati untuk usaha pertanian ramah lingkungan.: http://endros-ruraltechnology.blogspot.com/2008/09/pestisida-alaminabati-untuk-usaha.html yang diakses pada tanggal 29 November 2009.

Jika ada saran dan kritik mengenai tulisan saya: silahkan kirim pesan ke: ikpj_biology@yahoo.com  
http://teknologi.kompasiana.com/2010/01/06/pemanfaatan-ekstrak-daun-pepaya-carica-papaya-sebagai-pestisida-alami-yang-ramah-lingkungan/

Tabulampot Srikaya Jumbo (Anona Squamosa)

Addthis
Membuahkan tabulampot sangat mengasikkan. Bagi anda yang ingin mencobanya, srikaya jumbo bisa menjadi pilihan. Buah srikaya (anona squamosa) yang sering kita kenal adalah srikaya lokal yang ukurannya hanya sekepalan orang dewasa dengan daging buah yang tipis dan biji yang banyak. Dan biasanya kita banyak menjumpainya di halaman2 rumah sebagai penghias halaman rumah. Tapi anda bisa lupakan itu semua karena saat ini ada varietas baru yang berasal dari Australia, dan kita biasa menyebutnya srikaya jumbo karena memang berukuran jumbo dimana ukuran perbuahnya bisa mencapai 1 kg.
Disamping itu, daging buahnya tebal dan berbiji sedikit. Srikaya Jumbo bisa ditanam sebagai tabulampot dengan cara sambung pucuk/okulasi dimana dengan cara ini pohon akan cepat berbuah dan hasilnya bisa maksimal dengan ukuran buah yang besar, bisa mencapai 1kg perbuahnya, daging buahnya tebal, berwarna putih, kering, dan rasanya manis sekali. Menurut Agus Sudarto, Tebuwulung Nursery telah membiakkan srikaya jenis ini dengan peminat yang banyak dikarenakan perawatannya yang terbilang mudah. Selain srikaya jumbo, kami juga membiakkan srikaya merah dengan sistem dan perawatan yang sama dengan srikaya jumbo yaitu sistem sambung pucuk/okulasi dengan batang bawah menggunakan pohon srikaya lokal. Dengan cara ini pohon akan lebih cepat berbuah dengan hasil yang maksimal sehingga dapat memikat mata yang memandangnya... Selamat mencoba..!! (Kontak: Agus Sudarto 085711577657, 085885904008)

 www.kebonkembang.com

Beach Cherry (Eugenia Reinwardtiana)

Asal tanaman ini adalah Australia dan didatangkan ke tanah air pada tahun 1996 oleh Dr.Muhammad Reza Tirtawinata . Beach Cherry adalah tanaman yang mudah dirawat, dan hanya mengandalkan pupuk kandang sebagai sumber nutrisi dengan komposisi 1:1:1 antara pupuk kandang, sekam mentah, dan tanah sebagai media tanamnya. Bila menginginkan hasil yang lebih maksimal disarankan untuk memberikan pupuk kimia NPK dengan perbandingan 16:16:16 agar tanaman tumbuh dengan subur dengan cara pemberian 1 sendok  makan sekali dalam satu bulan.
Agar penampilan pohon lebih menarik, tanaman beach cherry harus rajin dipangkas. Selain lebih menarik, pemangkasan diperlukan untuk merangsang tumbuhnya cabang-cabang baru yang nantinya akan memunculkan bunga dan buah. Pemangkasan dilakukan pada saat tanaman berumur 4 bulan atau bila cabang-cabang tanaman sudah sebesar lidi.Bila beach cherry ditanam dari biji akan memerlukan waktu 2,5 sampai 3 tahun untuk dapat dilakukan pemangkasan karena pertumbuhan tanaman melalui biji akan sangat lambat.
Beach Cherry adalah tanaman buah yang tahan akan serangan penyakit. Biasanya terserang hama kutu putih, itupun karena disebabkan tanaman yang berada di sekitarnya. Untuk serangan kutu putih, cara yang palig mudah untuk menanggulanginya adalah dengan menyemprotkan insektisida yang telah dicampur dengan deterjen karena deterjen dapat membantu membuka selubung putih pada kutu tersebut sehingga insektisida dapat bekerja secara maksimal.
Tebuwulung Nursery telah membudidayakan tanaman beach cherry dengan sistem sambung susu dengan menggunakan batang bawah dari pohon vermillion/shianto. Dengan perawatan dan pemangkasan yang teratur, tanaman beach cherry dapat menjadi pilihan koleksi tanaman anda di rumah dan dapat mempercantik halaman rumah anda.
www.kebonkembang.com/

Tabulampot Klengkeng

Secara umum terdapat dua tipe klengkeng yaitu klengkeng tropika dan subtropika (temperate). Namun akhir-akhir ini kian populer dengan adanya klengkeng yang sudah diadaptasikan dengan iklim tropika. Untuk jenis yang pernah populer adalah klengkeng pimpong dan diamond river. Keduanya dapat berbuah dengan mudah didalam pot tanpa induksi pembungaan.Berbeda dengan jenis unggul klengkeng itoh dimana harus ada proses induksi pembungaan dengan diberi Kalium Klorat (KCL03) atau Natrium Klorat (NaCL03). Induksi adalah proses perangsangan pada pohon agar berbuah / berbunga.

Lantaran sifat unggulnya, klengkeng diamond river, pimpong,dan itoh sempat laris di pasaran. Dalam setahun, ada nursery yang bisa menjual kurang lebih 35.000 batang dimana kebanyakan pembelinya adalah para hobiis. Namun akhir-akhir ini banyak pekebun-pekebun mulai membeli pohon tersebut guna memenuhi permintaan buah klengkeng yang sampai sekarang masih diimport dari negara-negara tetangga.

Untuk klengkeng pimpong, pada umur 3 tahun perpohonnya bisa menghasilkan buah sampai 25 kg dan untuk klengkeng diamond river bisa mencapai 40 kg perpohonnya, itu belum termasuk bila ada panen susulan. Kedua klengkeng tersebut selain jumlah buahnya yang banyak juga sangat mudah ditanam di pekarangan rumah atau di dalam pot karena tidak memerlukan perlakuan yang khusus,cukup dengan pemberian pupuk kandang secara berkala. Untuk klengkeng pimpong, dalam kondisi prima buahnya bisa mencapai diameter 3-4 cm, sedangkan untuk klengkeng jenis lain hanya bisa mencapai diameter 2.5 cm. Namun untuk ukuran banyaknya dompolan buah, diamond river tetap lebih unggul meski untuk klengkeng itoh bisa mencapai 4 kg setiap dompolannya yang berisi kurang lebih 80 butir buah klengkeng.

Semoga catatan ini bisa menginspirasi anda untuk memilikinya dimana bisa anda tanam di pekarangan rumah anda ataupun di dalam pot sebagai penghias pekarangan rumah anda.
www.kebonkembang.com

Leci Kom

Leci Kom adalah leci dataran rendah yang berasal dari Cina Selatan yang adaktif di dataran rendah dan panas yang menurut cerita dibawa oleh seorang saudagar asal Cina yang merapatkan kapalnya di Samut Songkhram Thailand. Famili Sapindaceae ini dulunya adalah buah kesukaan Yang Kuei Fei - seorang selir dari Kaisar Hsuan Tsung pada zaman dinasti Ming di Cina.

Hampir semua kebanyakan penduduk di Samut Songkhram bertanam leci kom. Varietas leci unggul ini bersosok pendek dan bertajuk kompak, cocok dengan namanya yang berarti kerdil. Terbukti tanaman disana yang berumur 20 tahun pun rata-rata hanya setinggi 4-5 meter saja. tanaman leci kom baru belajar berbuah pada umur kira-kira 3-4 tahun dengan bibit hasil cangkokan. Di Payangan Bali, dengan umur 10 tahun baru berproduksi hanya beberapa dompol saja meski pada umur 5 tahun sudah mencapai panenan sekitar 25 kg.

Leci Kom di Samut Songkhram Thailand Utara tumbuh di kebun-kebun yang hanya berjarak puluhan kilometer dari laut atau tepi pantai dan kurang lebih hanya 50 meter dpl dengan panas mencapai 40 derajat Celsius. Lantaran sudah beradaptasi dengan iklim tropis, leci kom berbeda dengan varietas leci dataran tinggi. Bila leci dataran tinggi membutuhkan udara dingin 10-12 derajat di malam hari selama sekitar 50-100 jam supaya berbunga yang menjadi cikal dari buah, leci kom hanya memerlukan 30-50 jam dengan suhu 15-20 derajat, kata seorang pakar tanaman di Thailand.
Semoga dengan catatan pendek ini, leci kom bisa menjadi pilihan anda untuk ditanam di halaman rumah anda atau di kebun karena leci yang biasa hanya bisa berbuah di dataran tinggi saja. Kini leci kom menjadi pilihan untuk ditanam di dataran rendah dan panas....
www.kebonkembang.com

PESONA BUAH JABOTICABA (ANGGUR BRAZIL)

Jaboticaba ( Eugenia Cauliflora Berg) masuk ke Indonesia sebagai Anggur Brazil karena dari bentuk buahnya mirip dengan buah anggur. Yang berbeda dari tanaman ini adalah batang dan bunganya sangat mirip dengan buah jambu biji. Daging buahnya berwarna putih diidentikkan seperti lemak kura-kura yang dalam bahasa tupi disebut "jabotim".
Keunikan dari buah jaboticaba adalah rasanya yang bercampur menjadi tujuh rasa yang berbeda, asam, manis, segar, rasa alpukat, anggur, dan lain-lain. Jaboticaba sangat lambat pertumbuhannya, apalagi kalau ditanam dari biji. Umur satu tahun hanya bisa mencapai tinggi kurang dari satu jengkal saja. Dengan pertumbuhan yang sangat lambat tersebut membuat harga jaboticaba menjadi sangat mahal. Untuk jaboticaba ukuran 3 meter pernah terjual dengan harga mencapai 15 juta rupiah. Harga itu menjadi wajar tatkala kita melihat pertumbuhan pohon tersebut yang sangat lambat dibandingkan dengan kebanyakan tanaman lainnya.
 
Jaboticaba bisa kita tanam di dalam drum atau pot besar untuk koleksi tanaman buah anda di rumah. Dan pohon ini dapat hidup dan berbuah di daerah panas dan daerah dataran tinggi. Walaupun pertumbuhannya sangat lambat, jaboticaba termasuk tanaman yang gampang untuk dirawat. Jika tanaman sudah dewasa cukup diberi perangsang pembungaan (inisiasi) dan banyak disiram dibagian batang pohonnya. Bila jaboticaba berbuah akan terlihat indah karena buahnya menempel pada setiap batang pohonnya dan jumlahnyapun sangat banyak.
Kini jaboticaba bisa menjadi pilihan untuk koleksi tanaman di rumah anda.
www.kebonkembang.com

Delima Hitam


Buah delima atau biasa kita kenal dengan  Punica granatum Linn phomegranathe adlah buah yang biasa kita kenal sebagai buah segar,untuk di makan atau sebagai pelengkap ritual tujuh bulanan. Namun bukan hanya itu manfaat buah delima,buah delima bisa sebagai bahan kecantikan dan juga bisa sebagai bahan pengobatan. Buah delima konon berasal dari negeri persia dan menyebar keseluruh penjuru dunia,di indonesia buah delima punya nama berbeda  seperti di aceh,buah ini bernama Gilma,di jawa orang kebanyakan menyebut dengan buah Gangasan atau di jawa barat orang menyebut dengan buah delima seperti yang kita kenal sekarang ini.

tanaman delima sangat menarik di jadikan Tambulampot,karena percabangannya yang rimbun dengan daun kecil sedikit memanjang dan yang lebih menarik yang pasti sangat mudah untuk berbuah,meski di tanam dalam pot besar. Mungkin di beberapa daerah jenis delima hitam masih jarang di dapati,karena yang umum biasanya orang tanam adalah yang merah ataupun putih karena delima merah dan putih lebih dulu menyebar di indonesia.ada beberapa orang menyebut delima hitam dengan sebutan delima spanyol- mungkin saja ada yang membawa jenis delima ini dari sana hingga di sini di sebut dengan nama tempat negara, dimana mereka membawa buah tsb.


tanaman delima dapat di tanam dengan baik dengan pemberian media tanah,sekam dan pupuk kandang saja dengan perbandingan (2-1-1). Dan setelah tanam kira-kira satu bulan,atau pohon sudah mulai keluar tunasmuda, bisa di berikan NPK 15-15-15 dan sebagai takaran untuk 10kg media tanam bisa di berikan 50gram NPK 15-15-15.tanaman delima juga sangat menyukai sinar matahari yang cukup, maka sebaiknya tanaman delima di tanam di tempat terbuka,hingga mendapat sinar matahari yang cukup.
Buah delima sebagai bahan kecantikan: karena pada batang dan akarnya mengandung Alkoloid,Triterpenoid,glukosa,lendir danTanin. Delima jugasebagai bahan pengobatan karena buah nya delima  bisa untuk menyembuhkan Cacingan,keputihan, dan banyak juga di konsumsi sebagai obat pelangsing tubuh bagi orang yang mengalami masalah dengan berat badan.
www.kebonkembang.com

Wijaya Kusuma Nan Anggun

Addthis Bunga indah
Wijaya kusuma, bunga yang memiliki nama latin Epiphyllum anguliger ini termsuk dalam tanaman kaktus, divisi anthopia, bangsaopuntiales dan termasuk dalam kelas dicotiledoneae. Kata wijaya kusuma sendiri diambil dari 2 suku kata dalam bahasa jawa dimana ata wijaya berarti kemenangan atau kejayaan, sedangan kata kusuma berarti bunga, pengambilan nama ini didasaran pada sebuah mitos dimana mitos tersebut menyataan barang siapa yang menanam bunga ini pada pelataran rumahnya, maka rumah tangganya akan tentram. Dan siapa yng bisa menyaksikan waktu mekarnya bunga ini maka ia akan mendapatkan rizki, namun itu hanyalah mitos yang belum tentu benar atau salahnya.

Disini saya bukannya akan membahas mengenai mitos tersebut, tetapi membahas mengenai cara pembudidayaan bunga wijaya kusuma yang indah itu. Bunga wijaya kusuma hanya merekah setahun sekali pada musim hujan dan hanya beberapa saat saja di malam hari. tidak semua tanaman wijaya kusuma dapat berbunga dengan mudah, tetapu tergantung pada iklim, kesuburan tanah, serta cara perawatan tanaman yang tepat.

Tanaman wijaya kusuma hanya dapat bertumbuh dengan baik di tempat yang tidak terlalu panas, bila ingin menanam tanaman ini pada pot sebaiknya diberikan media tanam berupa campuran lumut Sphagnum, hancuran batang paku tiang, dan pasir bersih sedikit, seperti yang dipakai untuk menanam anggrek. Untuk perawtannya sendiripun tida jauh berbeda dengan anggrek, namun tanaman ini tidak hidup menggantung seperti anggrek tapi lebih cenderung kekaktus.

Untuk pembibitannya, bibit tanaman ini dapat diperoleh dari cabangnya yang di stek dengan cara kita pilih cabang yang bagus seperti daun berdaging tebal dan hijau, kemudian potong dengan ukuran urang lebih 15cm, kemudian tunaskan terlebih dahulu, untuk mendapatkan tunasnya batang yng telah dipotong tadi jangan ditempatkan pada tempat yang lembab, lebih baik jika ditempatan ditempat yang kering, teduh, dan banyak sirkulasi udaranya. Diamkan selama beberp hari sampai lukanya mongering, setelah itu barulah potongan batang tadi ditancapkan pada tanah/media tanam dengan pangkalnya terbenam hanya sedalam 2~4cm, jangan terlalu dalam karena batang akan mudah busuk. Bila perlu dikasih obat yang mengandung belerang untuk mencegah bakteri pembusukan. Sesudah cabang stek wijayakusuma tersebut berakar, hal ini ditandi dengan munculya tuns yang masih segar, stek dipindah ke dalam pot berisi media tanam anggrek. Tanaman wijaya kusuma ini hidup senang kalau akarnya berdesak-desakan, jdi lebih baik gunakan pot yang berukuran kecil agar tanaman ini dapat tumbuh dengan subur. Selamat Mencoba!
www.kebonkembang.com

Membuat Pupuk Bio Urine Dari Urine Kambing


  Di zaman sekarang ini global warming tidak hanya berdampak pada kehidupan manusia saja, tetapi juga pada tingkat kesuburan tanah dan tanaman. Hal ini disebabkan karena global warming memberikan efek hujan asam, dimana hujan asam ini berarti hujan yang dalam airnya terkandung unsure asam yang tinggi yang tentunya zat asam ini akan berdampak pada menurunnya kualitas tanah sehingga produktifitas tanaman pun akan semakin menurun.

Disini saya akan membahas mengenai cara pengolahan tanah dan tanaman agar lebih produktif dengan pemanfaatan pupuk cair bio urine, yang terbuat dari urine/kotoran kambing. Dimana kita ketahui bahwa banyak peternak yang kurang memanfaatkan bahan ini untuk keperluan pemupukan, padahal kotoran dan urine kambing ini memiliki kelebihan dapat menjaga unsure hara yang terdapat pada tanah yang tidak dimiliki oleh pupuk kimia. Selain itu pupuk yang terbuat dari bahan organik tentunya akan lebih aman dan tidak berdampak pada kelestarian lingkungan sangat jauh berbeda dengan pupuk yang banyak mengandung bahan kimia yang justru kebanyakan dapat merusak ekosistem lingkungan karena unsure kimia yang terkandung di dalamnya.

Baiklah, langsung saja ke topic bahasan, yakni mengenai bagaimana cara membuat pupuk bio-organik yang terbuat dari kotoran/urine kambing. Untuk bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat pupuk adalah sebagai berikut :

1.    1 (Satu) drum plastic urine dengan kapasitas 150 liter.
2.    Tetes Tebu/Molasses 750 ml.
3.    Empon-empon (Temulawak, Temuireng, Kunyit dll) 5kg.
4.    Bacteri R Bacillus dan Azobacter sebagai starter fermenter 250 ml. Karena kesulitan serta tidak tahu belinya dimana bakteri tersebut, maka saya menggantinya dengan EM4 sebagai starter fermenter.



Sedangkan untuk cara pengolahannya adalah sebagai berikut :
1.    Tampung urine kambing pada sebuah drum ( penampung air )
2.    Larutkan bakteri EM4 dan Molases dalam 10 liter air jernih.
3.    Tuangkan larutan bakteri EM4 dan Molases ke dalam drum yang berisi urine
4.    Hancurkan empon-empon (Temulawak, Temuireng, Kunyit dll) & campurkan ke dalam drum urine
5.    Aduk campuran bahan-bahan di atas selama 15 menit sampai merata
6.    Tutup rapat drum urine
7.    Ulangi poin nomor 5 & 6 selama 7 hari
Setelah tujuh hari urine dipompa dengan menggunakan pompa yang biasa digunakan pada aquarium dan dilewatkan melalui talang plastik dengan panjang 2m yang dibuat seperti tangga selama 3 jam, tujuan proses ini untuk penipisan atau menguapkan kandungan gas ammonia, agar tidak berbahaya bagi tanaman yang akan dberi pupuk bio urine tersebut. Kemudian pupuk cair ini siap digunakan. Selamat Mencoba!
sumber :http://kambingonline.net/cara-membuat-pupuk-cair-bio-urine/

Bunga Matahari Primadona Musim Panas

Bunga matahari (Helianthus annuus L.), sudah dibudidayakan oleh oran-orang Indian Amerika Utara sejak ribuan tahun lalu. Dari Amerika Utara, tanaman ini mulai menyebar ke Amerika Selatan dan dijadikan salah satu sumber pangan oleh warga Inka. Setelah Eropa menguasai Amerika, bunga matahari mulai diperkenalkan ke Eropa dan berbagai penjuru dunia sekitar abad ke-16.
Bunga matahari merupakan tanaman yang hanya dapat tumbuh pada musim panas saja, namun di Indonesia, karena matahari terbit sepanjang tahun, bunga matahari dapat tumbuh sepanjang tahun. Sementara di Eropa atau daerah lain dengan berbagai musim, tanaman ini hanya bisa ditanam hanya pada musim semi hingga musim gugur.

Bunga matahari terkenal sebagai tanaman hias karena memiliki penampilan yang elegan dan segar untuk dipandang, apalagi jika tanaman ini ditanam di kebun yang luas, tentu akan membuat terpesona orang yang melihatnya. Ciri dari tanaman ini adalah bunga berwarna kuning terang, tinggi 3-5 meter, kepala bunga besar (diameter bisa mencapai 30 cm), daun tunggal lebar, batangnya tegak, jarang bercabang, dan biasanya ditumbuhi rambut kasar. Ciri lain dari tanaman ini yaitu bunganya selalu menghadap ke matahari atau heliotropisme. Bunga matahari pun biasa digunakan sebagai bahan baku pembuatan minyak, baik minyak pangan maupun minyak industri, karena mengandung zat yang disebut asam linoleat.

Bunga ini sebenarnya adalah bunga majemuk yang dapat tersusun dari ratusan hingga ribuan bunga kecil pada satu bongkol. Kerapatan tanamnya pada umumnya berkisar 60000 hingga 70000 tanaman per hektar.

Kelompok budidaya bunga matahari bisa dibagi menjadi empat kelompok yang dibedakan berdasarkan kegunaannya. Tentunya kultivatur yang dirakit untuk masing-masing fungsi pun berbeda:

1. Kelompok penghasil minyak, dimanfaatkan minyak bijinya. Biji kelompok ini memiliki cangkang biji yang tipis dengan kandungan minyak 48-52%. Untuk menghasilkan satu liter minyak diperlukan biji dari kira-kira 60 tandan bunga majemuk.
2. Kelompok pakan ternak, daunnya digunakan sebagai pakan ternak.
3. Kelompok tanaman hias, memiliki warna kelopak yang bervavariasi dan memiliki banyak cabang berbunga.
4. Kelompok kuaci, bijinya digunakan sebagai bahan pangan.
 www.kebonkembang.com

Perawatan Bunga Anggrek

http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Orchis_sancta_Orchi_05.jpgAnggrek adalah bunga yang mempesona dengan warna yang terang dan sangat menarik. Anggrek memiliki pancaran keindahan tersendiri bagi para pecinta bunga anggrek. Keindahan dan keelokan bunga ini membuatnya sangat diminati oleh para pecinta bunga anggrek untuk dijadikan tanaman hias. Akan tetapi, tidaklah mudah untuk merawat bunga ini agar terlihat tetap cantik untuk dipandang. Perawatan yang tepat dan sesuai bisa membuat bunga anggrek terlihat tampak cantik sesuai yang diharapkan. Berikut adalah beberapa tips yang dapat dilakukan para pecinta bunga anggrek untuk merawat bunga yang mempesona ini.
Tips Merawat Bunga Anggrek
1. Menyiram anggrek dengan teliti : Anggrek harus disiram secara menyeluruh ketika kering. Penyiraman yang berlebihan akan memberikan dampak buruk bagi anggrek sehingga hal tersebut perlu dihindari oleh para pecinta anggrek.
2. Mengondisikan temperatur yang cocok : Anggrek tumbuh paling baik 18-30oC dan masih dapat bertahan sekitar 10oC pada malam hari. Anggrek perlu dilindungi dari perubahan temperatur yang ekstrim dan pancaran sinar matahari langsung.
3. Memupuk pada saat yang tepat : pemberian pupuk dengan takaran yang pas harus dilakukan. Permberian pupuk yang berlebihan harus dihindari dan dosis pupuk yang diberikan perlu dijaga agar tetap rendah. Anggrek memerlukan pemupukan yang teratur selama musim panas sedangkan di musim dingin, frekuensi pemupukan dapat lebih jarang dari pada pemupukan pada musim panas.
4. Tumbuhkan pada wadah/pot yang cocok : Anggrek adalah tanaman epifit dan senang untuk memiliki akar napas. Mengubur anggrek dengan paksa di dalam tanah harus dihindari dan akar harus dapat tumbuh keluar pot.
5. Menyediakan intensitas cahaya dan kelembapan yang tepat : Anggrek menyukai kondisi udara yang lembap untuk tumbuh. Baki/penampang yang lembab dapat digunakan untuk tujuan ini. Selaras dengan kelembapan, siklus aliran udara yang seimbang akan meningkatkan pertumbuhan tanaman anggrek. Anggrek memiliki kebutuhan cahaya yang bervariasi dan harus ditujukan sesuai dengan kadar cahaya yang dibutuhkan. Selama musim dingin, suplai cahaya dari lampu dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan anggrek.
6. Pemindahan anggrek ke pot baru ketika diperlukan : ketika anggrek dikeluarkan dari pot dan dipindahkan ke pot yang lebih besar dengan pori-pori dan drainase yang baik, maka penanaman ulang harus dilakukan secara hati-hati.
www.kebonkembang.com

Pemanfaatan Mawar untuk Parfum

 Industri parfum merupakan industri yang sedang ngetrend saat ini. Di zaman sekarang ini parfum sudah menjadi kebutuhan utama bagi para konsumen dunia, semua orang pasti membutuhkan parfum, tentunya saat menghadiri pertemuan-pertemuan penting. Nah, ternyata Mawar mengandung minyak yang dapat digunakan sebagai bahan baku industri parfum.

Mawar mengandung minyak yang merupakan salah satu jenis minyak atsiri. Minyak atsiri ini diperoleh sebagai hasil dari proses penyulingan dan penguapan lumataan daun-daun mahkota bunga Mawar. Minyak Mawar inilah yang banyak dimanfaatkan sebagai parfum dalam industri parfum.
Minyak mawar terdiri dari geraniol yang mempunyai aroma wangi dengan rumus kimianya adalah C10H18O dengan rumus bangun CH3.C[CH3]:CH.CH2.CH2.C[CH3]:CH.CH2OH dan 1-sitronelol serta rose champor (atau parafin tanpa bau).
Teknik penyulingan Mawar pada mulanya berasal dari Persia yang kemudian menyebar ke wilayah Arab dan India. Pada saat ini, sebanyak 70%-80% kebutuhan minyak mawar dunia dipenuhi oleh pusat penyulingan Mawar yang terletak di Bulgaria, sementara sesanya disuplai dari Iran dan juga Jerman. Penyulingan minyak Mawar di Bulgaria, Iran, dan Jerman sama-sama menggunakan jenis mawar damaskus Rosa damascena ‘Trigintipetala’, sedangkan penyulingan minyak Mawar di Perancis menggunakan jenis mawar yang lain, yaitu Rosa centifolia.
Minyak Mawar berwarna kuning pucat atau kuning keabu-abuan disebut juga minyak ‘Rose Absolute’ untuk membedakannya dengan minyak Mawar yang sudah diencerkan. Penyulingan menghasilkan minyak Mawar dengan perbandingan 1:3000 sampai 1:6000 dari berat bunga, sehingga kira-kira dibutuhkan sebanyak 2000 bunga Mawar untuk menghasilkan minyak Mawar sebanyak 1 gram. Tentunya parfum Mawar yang dijual di pasaran merupakan minyak Mawar hasil pengenceran. Semakin encer parfum tersebut, maka harganya semakin murah, sebaliknya semakin pekat maka harganya semakin mahal. Parfum dari minyak mawar sangat disukai oleh konsumen karena wanginya yang khas.
www.kebonkembang.com

Pemuliaan atau Budidaya Mawar

tanaman Mawar adalah salah satu dari komoditas hortikultura yang mempunyai nilai ekonomi tinggi serta dapat dibudidayakan untuk kepentingan komersial. tanaman ini banyak diminati oleh konsumen karena bunganya yang indah. Mawar mempunyai nilai ekonomi yang penting sebagai bunga potong maupun sebagai bahan baku untuk parfum.
Permintaan bunga mawar potong menduduki peringkat pertama, namun pengembangannya di Indonesia terbilang lambat karena masih terkendala propagasi secara konvensional yang tergantung terhadap musim, masalah kesehatan dan penyakit pada tanaman serta kecepatan multiplikasi yang rendah.
Tanaman Mawar, pada umumnya dipropagasi secara konvensional. Pemuliaan secara konvensional ini menghasilkan ribuan hibrida dan kultivar yang sebagian besar adalah bunga ganda dengan daun mahkota berlapis hasil dari mutasi benang sari menjadi daun mahkota tambahan. Sebagian besar Mawar hibrida atau kultivar dibuat untuk dinikmati keindahan bunganya pada taman-taman.
Para pemulia Mawar di abad ke dua puluh saat ini sedang berlomba-lomba untuk menghasilkan bunga-bunga yang berukuran besar serta berbau harum (atau tidak berbau), padahal Mawar liar pada zaman dahulu sangat berbau harum. Kultivar tertentu seperti Rosa banksiae sama sekali tidak memiliki duri. Hal tersebut mendorong perkembangan teknik kultur in vitro menjadi alternatif baru karena tidak ketergantungan terhadap musim karena dilakukan di ruangan tertutup. Teknik kultur in vitro juga memiliki daya multiplikasi yang tinggi dan dapat menghasilkan tanaman yang bebas bakteri dan cendawan.
Kultur jaringan merupakan metode untuk mengisolasi bagian dari tanaman seperti sekelompok sel atau jaringan yang ditumbuhkan dengan kondisi aseptik, sehingga bagian dari tanaman tersebut dapat tumbuh menjadi tanaman yang lengkap. Teknik ini dilakukan dengan menggunakan salah satu bagian dari tanaman Mawar yang digunakan sebagai eksplan (jaringan, organ, embrio, sel tunggal, protoplas, dan sebagainya) dan ditanam pada media yang bernutrisi secara aseptis. Media tersebut mengandung berbagai konsentrasi hormon sebagai pendukung perumbuhan eksplan yang diinginkan. Yang menjadi dasar dari kultur jaringan adalah teori totipotensi.
www.kebonkembang.com

Tips agar tabulampot rajin berbuah


tabulampot
Tabulampot, atau tanaman buah dalam pot merupakan penanaman tanaman buah yang ditanam dalam pot, hal ini dimaksudkan untuk lebih menghemat lahan dan tanaman lebih produktif. Namun ada kalanya tanaman yang kita tanam di dalam pot bukannya subur tapi malah menjadi tanaman yang kerdil dan sulit berkembang, oleh karena itu perlu adanya langkah-langakah berikut ini agar tanaman menjadi rajin berbuah

1. Pastikan memilih bibit yang baik untuk ditanam
Percuma bila anda menginginkan tanaman anda rajin berbuah sedangkan anda memilih bibit dari tanaman yang tidak memiliki kualitas unggul, memang tanaman itu akan berbuah tapi pasti tidak akan menghasilkan buah yang baik
Anda juga perlu mengetahui karakteristik buah tersebut. Jangan sampai tanaman dataran tinggi ditanam di dataran rendah. Tak akan cocok. Seperti stroberi yang merupakan tanaman dataran tinggi. Jika ditanam di Jakarta akan sulit berbuah karena iklimnya tidak cocok.
 2. Pilihlah ukuran pot yang tepat Sebagai tempat media penanaman, pot yang anda pilih harus benar-benar tepat, ukuran bentuk dan pori/resapan air haruslah tepat. Jangan samapi tanaan berukuran besar anda tanam pada pot yang berukuran kecil, hal ini akan menghambat pertumbuhan tanaman karena kekurangan gizi

3. Pemilihan Media Tanam yang tepat

Untuk media penanaman dalam pot, usahakan media yang dipakai jangan hanya berupa tanah, tapi juga berikan media lain seperti sekam, kotoran – kotoran hewan ternak, dll. Hal ini bertujuan agar kandungan unsure hara dalam tanah lebih banayak jika anda menggunakan tanah saja maka tabulampot akan sulit berbuah. Jangan lupa beri pupuk juga untuk lebih memperkaya gizi tanah.Untuk media tanam, sebaiknya gunakan tanah yang dicampur dengan pupuk kandang dan sekam padi. Perbandingan tanah, pupuk dan sekam adalah 1:2:3

4. Rajin Menyiram Setiap Hari

Jangan menyiram tabulampot hanya di daun, tapi di media tanamnya karena yang membutuhkan air adalah akar tanaman. Selain penyiraman rutin, tabulampot juga butuh cahaya matahari. Bila jarang kena sinar matahari tabulampot malas berbuah.


5. beri Pupuk Secara Teratur

Untuk pupuk organik –berupa pupuk kandang atau kompos- berikan setahun dua kali, setiap enam bulan. Sedangkan, pupuk anorganik yaitu npk, diberikan setiap tiga bulan. Berapa takarannya? Sekadar gambaran, tabulampot dengan wadah drum, beri pupuk organik sebanyak 5 kg. Sedangkan takaran pupuk anorganik, sekitar 3-5 sendok makan setiap kali pemberian. 

www.kebonkembang.com

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
 
 
 
Copyright © Baca Kata